Langsung ke konten utama

Postingan

Musim Semi

Postingan terbaru

Meniti Hari Menyemai Rindu

Bagaimana kabarmu hari ini?, Sudahkah puas kau berlayar?, Sudah lelahkah kau mendayung?, Kembalilah jika kau ingin kembali, Tangan ini selalu terbuka untuk memberi, Memberi peluk, Memberi tawa, Memberi hangat, Memberi segalanya dengan cinta, Kan ku lupakan segala perih didada, Kan ku hantarkan kebahagiaan, Kan ku hanturkan senyum indah tiap harimu, Kan ku rajut hatiku sendiri tuk kembali, Cinta yang sesungguhnya akan selalu ada, Selalu ada ketika kau berlayar seluas samudera, Selalu ada ketika kau lelah berlari, Bahkan, Ketika kau berlari darinya, kau semakin mendekat ke arahnya, Semakin kau melupakannya, semakin jelas kenangannya, Cinta, akui saja 2021, Andika Ramadhan

Penghujung Januari - Andika Ramadhan

📸 : Andika Ramadhan | 300121 Penghujung Januari yang sangat berarti Di antara jarangnya gemerlap mentari Masih ku cari tentang sebuah kisah dalam hati Menunggu dan menanti mungkin sampai mati Jalan yang terjal masih akan ku lalui Dengan begitu pula Tuhan memberkati Tiap titian akan aku jembatani Meskipun tak akan ada lagi rasa di hati Jiwa ini meronta untuk pergi Tapi kasih tetap indah terpatri Di antara semak berlukar tiada arti Namun bermakna tiada terganti Siapakah daku ini di akhir bulan Januari Ketika jari-jari tangan tak tergapai diri, dan Kaki menjadi sulit untuk berlari Dari kisah yang telah lama ku sadari Akankah semua akan kembali seperti dulu lagi

Luka dan Harapan

Lukisan karya ANDIKA RAMADHAN Sore ini ada keinginan hati untuk melukis di dinding rumah yang tidak terplester semen, entahlah apa yang ada dipikiran saya tapi keinginan itu begitu bergejolak ditambah lagi begitu bingung ingin melukis apa dan bagaimana melukisnya, ahhh rupanya aku tidak punya bakat melukis... Tanganku bergerak gerak melukiskan emosi antara warna merah dan warna kuning dan jadilah lukisan coret-coretan yang tidak jelas ini tapi karena ini dibuat dengan emosi dan hati yang berdebar pastilah tau kalau didalamnya punya makna yang dalam... Lukisan karya  ANDIKA RAMADHAN Warna merah pada coretan itu melukiskan luka, penderitaan, darah, air mata, dan kesulitan dalam hidup... Warna kuning pada coretan itu melukiskan harapan, semangat, sinar matahari, dan keceriaan... Penderitaan dan kesulitan biasanya lebih terlihat oleh diri kita ketimbang cahaya harapan dan semangat, tapi selalu ingat dalam hati bahwa penderitaan dan kesulitan ini pasti juga berak...

Langkah Baru, Jalan Baru

Andika Ramadhan Langkah Baru, Jalan Baru rasanya cocok untuk menggambarkan masa sekarang, dimana COVID-19 mengajarkan hal-hal baru dan cara yang baru pula... Termasuk Pemilu pada kampus saya terutama prodi saya yang dilakukan full melalui daring banyak sekali hal-hal yang dipertentangkan dengan cara baru ini... Tapi yang perlu diketahui oleh masyarakat prodi penyelenggara pemilu prodi telah berusaha semaksimal yang dibisa untuk dapat mewujudkan pemilu yang ideal dilakukan di tengah pandemi yang bahkan pemerintahan asli pun belum berani mengambil langkah besar tersebut... Saya merupakan bagian dari panitia penyelenggara pemilu prodi saya dan saya melihat sendiri bagaimana setiap bagian berusaha semaksimal mungkin untuk terselenggaranya pemilu prodi daring ini, baik secara regulasi, mekanisme, koordinasi, dan pengimplementasiannya... Perlu diakui secara kstaria bahwa dalam penyelenggaraan daring ini masih banyak kekurangan disana-sini tapi harusnya dapat dimaklumi karena ini ...

Mana dan Dimana Kebenaran?

Edit by Andika Ramadhan with Canva Mana dan dimana kebenaran, tanya pipit dalam hati? Masalah berat yang musti dipikul pikiran, tapi meronta-ronta minta dijawab... Ketika merpati dituduh keburukan, pipit jualah yang mesti dikungkung reranting pohon... Apa yang salah dengan merpati dan pipit? Merpati dihormat-hormat dan disegan-segankan pula... Pipit? Pipit hanyalah makhluk hutan yang tiada berdaya melihat ketidakdilan... Ketika pipit merasa ada yang salah dengan merpati, tiada lupa pipit mengumbar nyanyian... Merpati gusar disangkakan buruk oleh pipit... Terpenjaralah pipit dalam pikirannya... Duhai pipit sangkaan buruk tiadalah baik, Duhai merpati tidak menunjukan kebenaran adalah kejahatan yang sesungguhnya... Wahai merpati!, Jika kau merasa apa yang dikatakan pipit tiadalah benar, ajaklah pipit bernyanyi bersama... Kau harus menerima apa yang pipit buktikan dan kau harus memberikan penjelasan bahwa yang disangkakan pipit tiadalah benar... Pelajaran yang sesungguhnya ada...

Rencana Bukan Sekadar Hiasan Takdir

Edit by Andika Ramadhan with Canva Ada rencana yang serba harus diselesaikan cepat... Ada rencana yanga harus diwujudkan dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya... Rencana yang bahkan mungkin dulu dianggap tidak masuk akal sekaranglah pula dianggap paling tepat... Wahai Rajawali! Janganlah engkau mempertanyakan kenapa terjadi siang dan malam... Tanyakanlah kenapa engkau hidup di keduanya? Tiadalah rencana dibuat hanya untuk menghiasi takdir! Rencana dibuat untuk menerima takdir itu sendiri... Apakah engkau meragukan rencana wahai Rajawali?! Kita semua adalah bagian dari takdir dan kita adalah pemerannya, jika engkau merasa rencana itu hanya sekadar hiasan saja wahai Rajawali! Dengan apa kau mempersiapkan dirimu untuk menjadi burung yang ditakuti dan dihormati?