Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label rama

Langkah Baru, Jalan Baru

Andika Ramadhan Langkah Baru, Jalan Baru rasanya cocok untuk menggambarkan masa sekarang, dimana COVID-19 mengajarkan hal-hal baru dan cara yang baru pula... Termasuk Pemilu pada kampus saya terutama prodi saya yang dilakukan full melalui daring banyak sekali hal-hal yang dipertentangkan dengan cara baru ini... Tapi yang perlu diketahui oleh masyarakat prodi penyelenggara pemilu prodi telah berusaha semaksimal yang dibisa untuk dapat mewujudkan pemilu yang ideal dilakukan di tengah pandemi yang bahkan pemerintahan asli pun belum berani mengambil langkah besar tersebut... Saya merupakan bagian dari panitia penyelenggara pemilu prodi saya dan saya melihat sendiri bagaimana setiap bagian berusaha semaksimal mungkin untuk terselenggaranya pemilu prodi daring ini, baik secara regulasi, mekanisme, koordinasi, dan pengimplementasiannya... Perlu diakui secara kstaria bahwa dalam penyelenggaraan daring ini masih banyak kekurangan disana-sini tapi harusnya dapat dimaklumi karena ini ...

Bagaimana Burung Bersanding dengan Ikan?

Edit by Andika Ramadhan with Canva Awal kali aku menelaah kalimat "itu-itu saja" sempat mangkrak juga pikiran ini... Bingung, entah apa yang dikatakan dengan "itu-itu saja" dan bagaimana bisa hanya "itu-itu saja"??... Sekarang takdir menyadarkan aku juga rupanya... Segala yang di genggam pasti pula akan di lepas... Dan yang melepas nyatanya tidak melepasnya begitu saja... Yang melepas ingin orang yang dia sukai juga yang menggantikannya... Memberikan seribu jalan dan cara agar yang dia sukai terpampang serta terbang-terbang mengepakkan sayap indahnya... Berharap ketika dia lepas sudah dikenal juga iya... Duhai burung nan indah sayap indahmu memelikkan mata kami, mengaburkan pandangan akan kemurnian... Satu sisi lagi ikan itu hanya dapat berenang, meski di dalam air tahu juga aku ada ikan di dalamnya... Ikan itu menari-nari dalam air, tapi sayang airnya di keruhkan, seindah apapun ikan itu tiada terlihat juga lekuk tariannya... Akhirnya sadar j...

Hatiku Bagaikan Kurukshetra

Edit by Andika Ramadhan with Canva Rasa batinku seperti begejolak... Mengingat-ingat lagi apa yang sudah terjadi... Mengingat lagi segelintir janji-janji... Aaah manis sekali janji-janji itu pantas juga aku percaya... Bodohnya aku hanya mengunyah permen kapas, manis angin-angin saja rupanya... Sudah ku tunggu, sudah ku nantikan tiada pula itu diwujudkan... Kenapa seperti itu? Kenapa harus selalu begitu? Janjimu akan terus menjadi milikmu, tapi apa yang kau tebar sudah sepantasnya itu kau pertanggungjawabkan... Sehari lagi, tinggal sehari lagi, hanya sehari saja, apakah sulit? Sekarang luka luka itu makin menyeruak entah siapa yang akan disalahkan? Engkau? Alah paling engkau berdalih dan pergi tanpa ada rasa bersalah... Sedangkan aku? Sedang menekan kecamuk dalam hatiku, hati yang seperti Kurukshetra... Yaa Kurukshetra tempat perang Bharatayuddha segalanya ada, segalanya mungkin, segalanya terjadi... Berkobar begitu dahsyatnya hingga aku tak tahu bahwa engkau tidak ada dan ...

Cahaya Dari Balik Awan Hitam

Andika Ramadhan Pagi tadi langit merintikan gerimis kecil jatuh di aspal yang menghitam... Aaahhh rupanya aku masih setengah mengantuk... Apa gerangan cerita pagi ini sehingga terburu-buru juga aku bangun... Pakai jas hujan rapat-rapat kemudian menunggangi motor kemudian pergi... Rupanya belum sempat ku sampai tujuan, matahari telah benderang dari ufuk... Ah memangnya kalau bersamaku hujan akan berhenti?, atau aku tidak akan basah?... Matahari yang keluar dari sela-sela awan hitam seperti energi yang keluar dari pusatnya, berpendar dan benderang... Aku berharap diriku akan seperti cahaya matahari yang menembus sela-sela awan hitam itu nampak kuat dan seperti sebuah harapan... Begitu juga sore ini cahaya matahari lembut ditambah angin yang semilir menyapa tubuhku... Jarang sekali aku merasakan matahari seperti miliku dan angin seperti mendukung harapku... Rasa-rasanya aku seperti baru saja menghadapi Renaissance dalam hidupku... Cahaya matahari itu membuatku kembali lagi mem...

Bahagia Semu

Bahagia semu dibalik gawai... Hanya sebaris kata-kata manis nan merayu... Hanya kumpulan tawa-tawa khayal... Padahal hati betul-betul mendambakan cinta walau akhirnya tak pernah sampai... Datangnya hanya pura-pura tapi cintaku begitu besar nyatanya... Jangan jadikan penantian yang tlah lama tertahan ini betul-betuk tiada laksana... Katakan sejujurnya sejak awal jika memang tiada itikad baik tuk berjumpa kembali...

Pohon Nangka Bercerita

Tempat yang sama akan terasa berbeda tergantung dengan siapa kita datang ke tempat itu... Tiadalah pernah bosan aku datang ketempat itu... Ya tempat yang dulu pernah kita kunjungi bersama... Tiadakah kau ingat? Ketika kita bertukar cerita diiringin gelak tawa? Bangku beton dibawah pohon nangka itu... Hari itu kau bilang padaku, pasti kita akan kesini lagi... Nyatanya hari itu aku rasa terakhir kita dapat bersua bercengkrama dengan gelak tawa... Satu hari yang singkat namun masih aku kenang hingga saat ini... Rasanya pepatah Jawa ini sangat tepat buatku... "Iso Nembang, ra iso nyuling, iso nyawang, ra iso nyanding" Intinya kita hanya bisa menjadi pengagum satu sama lain dan kita gak akan bisa untuk bersama

Gundul itu Cinta

Kata orang mencintai itu buta... Butanya logika akal sehat... Menurutku cinta itu tidak buta... Justru cinta itu melihat, melihat perasaan yang tidak seharuanya tumbuh tapi justru tumbuh menghalangi... Cinta itu ibarat jalan pulang, dan kita adalah orang yang tersesat... Perasaan ragu seperti hutan yang lebat yang menghalangi jalan untuk pulang... Perasaan  ragu yang tumbuh menghalangi cinta itu yang harus kita babat habis hingga orang kata kita buta untuk dapat membabat perasaan ragu yang timbul... Kita yakin dengan menggunduli perasaan ragu maka kita akan menemui cinta yang sebenarnya...

Sajak Sebelum Tidur

Hari ini rasanya aku berlari seperti tiada henti... Mengharap rembulan di siang hari, tiada mungkin itu terjadi... Tiada tidur, aku persembahkan kepada segala keresahan hati... Kantuk yang datang tak dapat membuat aku luruh dalam mimpi... Siapa disini yang dapat mengerti? Hanya jawab "ya" selepas itu pergi... Tak tidur bukan karena aku tiada kantuk, tapi ada relung batin yang kosong... Sajak ini aku peruntukkan untukmu yang tak mengerti... Dikala hati enggan untuk pergi, ada kaki yang siap berlari... Berlari jauh ke mimpi-mimpi tiada akhir...

Tak Sampai Kata Nak Berucap

Desiran angin lalu lalang diantara dedauan pagi... Membisikan suara manis, persis seperti suaramu... Menyapu rambut dan janggutku, seperti halusnya tanganmu... Dulu, kala hati kita sama-sama tersibak dalam suka menyukai, dirimu selalu ku nanti... Begitu ayu nan merekah senyumu, sampai-sampai hati tak tahu nak berucap apa... Kadang hati merasa tersudut diantara tebing-tebing, ah jangan-jangan seperti dulu-dulu kataku... Seperti yang dulu yang manis tiada mungkin jadi miliku... Salahku membiarkan kata-kata itu tumbuh dalam sanubariku, mengikat hasratku, membelenggu kakiku, menjerat leherku, mengikat tanganku, duhai sayang tiada dapat juga kau ku kejar... Cinta hanya sekadar tersibak, seperti luka yang menganga, tiada kasa hanya lalat-lalat yang membuatnya membusuk dan akhirnya mati... Duhai air mata, tiadakah kau dapat tumbuhkan lagi benih itu sekali lagi?... Tapi gemuruh menggema sambil berteriak tiada mungkin lagi yang berlalu akan terjadi lagi, biarkan kata-katamu tekubur ...

Hati, Otak, dan Perut

Andika Ramadhan "Otak, Hati, dan Perut ada kapasitasnya jika kurang jadi bodoh jika lebih jadi penyakit " Andika Ramadhan Otak, jika otak kita kosong kita bisa menjadi bodoh jika lebih kita bisa menjadi stress, maka gunakanlah otak secara bijak berpikirlah apa yang perlu dipikirkan. Hati, jika hati kita kosong kita bisa menjadi kesepian dan hampa jika lebih kita bisa menjadi tidak adil, maka gunakanlah hati secara bijak mencintailah orang yang patut dicintai jangan menjadi buta dengan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, bukankah itu hanya membuang waktu seperti mengikat angin dengan tali?. Perut, jika perut kita kosong kita bisa mati jika lebih kita bisa kegemukkan atau bahkan menyebabkan penyakit diabetes, maka isilah perut dengan makanan yang halal, sehat, baik, dan secukupnya.  Tanpa berpikir kita menjadi bodoh, tanpa cinta hati kita menjadikan diri kita bodoh tidak berperasaan karena kesepian dan hampa, tanpa makan kita tidak akan fokus men...