Langsung ke konten utama

Luka dan Harapan

Lukisan karya ANDIKA RAMADHAN

Sore ini ada keinginan hati untuk melukis di dinding rumah yang tidak terplester semen, entahlah apa yang ada dipikiran saya tapi keinginan itu begitu bergejolak ditambah lagi begitu bingung ingin melukis apa dan bagaimana melukisnya, ahhh rupanya aku tidak punya bakat melukis...

Tanganku bergerak gerak melukiskan emosi antara warna merah dan warna kuning dan jadilah lukisan coret-coretan yang tidak jelas ini tapi karena ini dibuat dengan emosi dan hati yang berdebar pastilah tau kalau didalamnya punya makna yang dalam...

Lukisan karya ANDIKA RAMADHAN

Warna merah pada coretan itu melukiskan luka, penderitaan, darah, air mata, dan kesulitan dalam hidup...
Warna kuning pada coretan itu melukiskan harapan, semangat, sinar matahari, dan keceriaan...

Penderitaan dan kesulitan biasanya lebih terlihat oleh diri kita ketimbang cahaya harapan dan semangat, tapi selalu ingat dalam hati bahwa penderitaan dan kesulitan ini pasti juga berakhir dan harapan serta semangat akan muncul dan tumbuh dari jiwa jiwa penuh penderitaan dan kesulitan tersebut...

Lukisan coret-coretan itu juga memiliki makna bahwa penderitaan yang ada dalam diri kita pasti akan selalu ada harapan dan solusi dari Tuhan...

Jalani hidup dengan gembira dan penuh syukur meski dilanda penderitaan dan kesulitan, lepaskan semua sakit hati dan dendam terhadap diri sendiri...

Roda terus berputar, waktu terus berjalan, air terus mengalir, siapa yang menghinamu ada kalanya akan dibawah pula tergilas, termakan waktu, dan mengalir kebawah. Inilah hidup, bahagia sesungguhnya adalah ketika kita dapat memaknai hidup dan kehidupan dengan baik dalam keadaan apapun diri kita...

Bahagia karena harta pasti akan habis juga sewaktu-waktu, bahagia karena keturunan akan kita tinggalkan pula atau bahkan kita yang akan ditinggalkan, bahagia karena jabatan akan ada masanya kita pensiun, bahagia karena gelar akan ada masanya gelar itu hanya akan terpampang di nisan, bahagia karena usia muda ada masanya akan tua jua, dan bahagia karena punya kawan banyak ada masanya pula akan merasa sendirian ditengah keramaian...

Syukuri dan cintai apa yang kamu punya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Andika Ramadhan

https://www.instagram.com/andikarmdnn Follow My Instagram Account https://www.instagram.com/andikarmdnb Follow juga Blog Wordpress aku https://www.andikaramadhan0512.wordpress.com https://www.instagram.com/andikarmdnb Graduation The Judes My Suportter https://www.instagram.com/andikarmdnn Taman Begonia, Bandung https://www.instagram.com/andikarmdnn

Sahabat, Cinta dan Perasaan Yang Tak Pernah Terucap

Kamu tahu setelah aku memilih untuk bersahabat denganmu hari hariku tak pernah dilalui tanpa air mata? kenapa? apakah kamu berbuat salah? Tidak!. Hanya harapan harapan yang berusaha aku kubur saat memulai bersahabat bersamamu, tapi tak bisa. Semakin aku lalui hari aku kira rasa kepadamu akan pudar tapi aku salah rasa ini semakin menjadi jadi... Bantu aku untuk mengubur rasa ini agar rasa ini benar benar hanya tinggal rasa seorang sahabat terhadap sahabatnya. Semuanya terasa teriris setelah pertama kali kamu mengatakan "Siapapun yang lu suka bakalan gua bantuin, kan kita sahabat!" kata kata itu menyadarkan aku bahwa menunggu balasan cinta tak semudah kita jatuh cinta kepada orang lain dalam hatiku berteriak dalam tangis: "lu bisa anggap gua sahabat karena lu gak punya rasa ke gua!, tapi gua???, gua punya rasa ke lu! gua harus tahan semua rasa itu selama bersahabat sama lu dan itu benar benar menyiksa gua" Tapi sayang kata kata itu gak bisa aku utarakan sebab ak...

Sibuk Dengan Doa Pada Saat Saat Sulit

Saya senang dan bersyukur mendapatkan nilai yang sesuai dengan target saya meski ada nilai yang kurang enak dipandang, lantas kenapa senang? karena saya mengerjakannya dengan jujur, apa buktinya dengan jujur? karena sebelum masuk kedalam ruang ujian semua siswa di body cek didepan pengawas terlebih lagi saya nomor ujian terkecil seruangan otomatis saya duduk paling depan didepan meja pengawas, pengawasnya murah senyum jadi membuat diri saya tidak ketakutan dan tegang, lantas kenapa saya sangat bersyukur? karena dalam setiap hasil pekerjaan manusia ada campur tangan Tuhan tentunya, ketika saya menemui soal sulit saya habiskan banyak waktu saya untuk berdoa dengan keyakinan bahwa Tuhan akan membantu saya dalam mengerjakan soal sulit itu,  " Ya Tuhan, jika aku keliru tolong beri tahu, mudahkanlah yang sulit, perlihatkanlah yang benar, sesungguhnya tidak ada yang tidak mungkin Engkau lakukan, legakanlah dadaku yang sempit, terangkanlah pikiranku, perbaikilah kesalahanku, Aamii...