Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label luka

Musim Semi

Andika Ramadhan Semilir angin mengembus menyeruak masuk dalam sanubariku Terbayang semua kenangan, semakin perih luka ku rasa Biarkan, memang sudah punyaku segala luka Hanya satu yang jangan kau biarkan Senyum manis merekahmu jadi tawar tak berjiwa Biarkan saja ombak dilaut, tapi jangan biarkan kepercayaanmu padaku terombang-ambing Biarkan saja angin berembus, tapi jangan biarkan tawar rasa hatimu padaku Biarkan saja daun berguguran, tapi jangan jatuh rasa cintamu padaku Kau alamku, kan ku buat kau selalu musim semi agar kau tak jatuh berguguran

Luka dan Harapan

Lukisan karya ANDIKA RAMADHAN Sore ini ada keinginan hati untuk melukis di dinding rumah yang tidak terplester semen, entahlah apa yang ada dipikiran saya tapi keinginan itu begitu bergejolak ditambah lagi begitu bingung ingin melukis apa dan bagaimana melukisnya, ahhh rupanya aku tidak punya bakat melukis... Tanganku bergerak gerak melukiskan emosi antara warna merah dan warna kuning dan jadilah lukisan coret-coretan yang tidak jelas ini tapi karena ini dibuat dengan emosi dan hati yang berdebar pastilah tau kalau didalamnya punya makna yang dalam... Lukisan karya  ANDIKA RAMADHAN Warna merah pada coretan itu melukiskan luka, penderitaan, darah, air mata, dan kesulitan dalam hidup... Warna kuning pada coretan itu melukiskan harapan, semangat, sinar matahari, dan keceriaan... Penderitaan dan kesulitan biasanya lebih terlihat oleh diri kita ketimbang cahaya harapan dan semangat, tapi selalu ingat dalam hati bahwa penderitaan dan kesulitan ini pasti juga berak...

Untukmu

Untuk kamu yang sedang terluka... Sini mendekat... Dadaku siap menerima pelukmu... Bahuku siap menopang kepalamu... Meski luka itu tetap ada dihati dan pikiranmu tapi setidaknya aku bantu topang biar sebentar saja... Untukmu yang sedang lelah... Sini bicara... Telingaku siap mendengar keluh kesahmu... Mulutku siap memberi saran jika kamu perlukan... Untukmu yang sedang lelah dan terluka... Sini duduk didepanku... Tanganku siap menghapus air matamu... Kakiku siap berdiri disisimu... TAPI... Jangan bersedih setelah itu... Karena mataku tidak siap melihat orang lain tidak bahagia... Tidak peduli sebeberapa terluka dan lelahnya aku, aku akan berusaha untuk tetap membantumu... Aku berdoa semoga Tuhan mengangkat lukamu dan lukaku serta lelahmu dan lelahku... "Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia" Jakarta 18-11-19 Andika Ramadhan