Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Langkah Baru, Jalan Baru

Andika Ramadhan Langkah Baru, Jalan Baru rasanya cocok untuk menggambarkan masa sekarang, dimana COVID-19 mengajarkan hal-hal baru dan cara yang baru pula... Termasuk Pemilu pada kampus saya terutama prodi saya yang dilakukan full melalui daring banyak sekali hal-hal yang dipertentangkan dengan cara baru ini... Tapi yang perlu diketahui oleh masyarakat prodi penyelenggara pemilu prodi telah berusaha semaksimal yang dibisa untuk dapat mewujudkan pemilu yang ideal dilakukan di tengah pandemi yang bahkan pemerintahan asli pun belum berani mengambil langkah besar tersebut... Saya merupakan bagian dari panitia penyelenggara pemilu prodi saya dan saya melihat sendiri bagaimana setiap bagian berusaha semaksimal mungkin untuk terselenggaranya pemilu prodi daring ini, baik secara regulasi, mekanisme, koordinasi, dan pengimplementasiannya... Perlu diakui secara kstaria bahwa dalam penyelenggaraan daring ini masih banyak kekurangan disana-sini tapi harusnya dapat dimaklumi karena ini ...

Mana dan Dimana Kebenaran?

Edit by Andika Ramadhan with Canva Mana dan dimana kebenaran, tanya pipit dalam hati? Masalah berat yang musti dipikul pikiran, tapi meronta-ronta minta dijawab... Ketika merpati dituduh keburukan, pipit jualah yang mesti dikungkung reranting pohon... Apa yang salah dengan merpati dan pipit? Merpati dihormat-hormat dan disegan-segankan pula... Pipit? Pipit hanyalah makhluk hutan yang tiada berdaya melihat ketidakdilan... Ketika pipit merasa ada yang salah dengan merpati, tiada lupa pipit mengumbar nyanyian... Merpati gusar disangkakan buruk oleh pipit... Terpenjaralah pipit dalam pikirannya... Duhai pipit sangkaan buruk tiadalah baik, Duhai merpati tidak menunjukan kebenaran adalah kejahatan yang sesungguhnya... Wahai merpati!, Jika kau merasa apa yang dikatakan pipit tiadalah benar, ajaklah pipit bernyanyi bersama... Kau harus menerima apa yang pipit buktikan dan kau harus memberikan penjelasan bahwa yang disangkakan pipit tiadalah benar... Pelajaran yang sesungguhnya ada...

Rencana Bukan Sekadar Hiasan Takdir

Edit by Andika Ramadhan with Canva Ada rencana yang serba harus diselesaikan cepat... Ada rencana yanga harus diwujudkan dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya... Rencana yang bahkan mungkin dulu dianggap tidak masuk akal sekaranglah pula dianggap paling tepat... Wahai Rajawali! Janganlah engkau mempertanyakan kenapa terjadi siang dan malam... Tanyakanlah kenapa engkau hidup di keduanya? Tiadalah rencana dibuat hanya untuk menghiasi takdir! Rencana dibuat untuk menerima takdir itu sendiri... Apakah engkau meragukan rencana wahai Rajawali?! Kita semua adalah bagian dari takdir dan kita adalah pemerannya, jika engkau merasa rencana itu hanya sekadar hiasan saja wahai Rajawali! Dengan apa kau mempersiapkan dirimu untuk menjadi burung yang ditakuti dan dihormati?

Bagaimana Burung Bersanding dengan Ikan?

Edit by Andika Ramadhan with Canva Awal kali aku menelaah kalimat "itu-itu saja" sempat mangkrak juga pikiran ini... Bingung, entah apa yang dikatakan dengan "itu-itu saja" dan bagaimana bisa hanya "itu-itu saja"??... Sekarang takdir menyadarkan aku juga rupanya... Segala yang di genggam pasti pula akan di lepas... Dan yang melepas nyatanya tidak melepasnya begitu saja... Yang melepas ingin orang yang dia sukai juga yang menggantikannya... Memberikan seribu jalan dan cara agar yang dia sukai terpampang serta terbang-terbang mengepakkan sayap indahnya... Berharap ketika dia lepas sudah dikenal juga iya... Duhai burung nan indah sayap indahmu memelikkan mata kami, mengaburkan pandangan akan kemurnian... Satu sisi lagi ikan itu hanya dapat berenang, meski di dalam air tahu juga aku ada ikan di dalamnya... Ikan itu menari-nari dalam air, tapi sayang airnya di keruhkan, seindah apapun ikan itu tiada terlihat juga lekuk tariannya... Akhirnya sadar j...

Hatiku Bagaikan Kurukshetra

Edit by Andika Ramadhan with Canva Rasa batinku seperti begejolak... Mengingat-ingat lagi apa yang sudah terjadi... Mengingat lagi segelintir janji-janji... Aaah manis sekali janji-janji itu pantas juga aku percaya... Bodohnya aku hanya mengunyah permen kapas, manis angin-angin saja rupanya... Sudah ku tunggu, sudah ku nantikan tiada pula itu diwujudkan... Kenapa seperti itu? Kenapa harus selalu begitu? Janjimu akan terus menjadi milikmu, tapi apa yang kau tebar sudah sepantasnya itu kau pertanggungjawabkan... Sehari lagi, tinggal sehari lagi, hanya sehari saja, apakah sulit? Sekarang luka luka itu makin menyeruak entah siapa yang akan disalahkan? Engkau? Alah paling engkau berdalih dan pergi tanpa ada rasa bersalah... Sedangkan aku? Sedang menekan kecamuk dalam hatiku, hati yang seperti Kurukshetra... Yaa Kurukshetra tempat perang Bharatayuddha segalanya ada, segalanya mungkin, segalanya terjadi... Berkobar begitu dahsyatnya hingga aku tak tahu bahwa engkau tidak ada dan ...

Cahaya Dari Balik Awan Hitam

Andika Ramadhan Pagi tadi langit merintikan gerimis kecil jatuh di aspal yang menghitam... Aaahhh rupanya aku masih setengah mengantuk... Apa gerangan cerita pagi ini sehingga terburu-buru juga aku bangun... Pakai jas hujan rapat-rapat kemudian menunggangi motor kemudian pergi... Rupanya belum sempat ku sampai tujuan, matahari telah benderang dari ufuk... Ah memangnya kalau bersamaku hujan akan berhenti?, atau aku tidak akan basah?... Matahari yang keluar dari sela-sela awan hitam seperti energi yang keluar dari pusatnya, berpendar dan benderang... Aku berharap diriku akan seperti cahaya matahari yang menembus sela-sela awan hitam itu nampak kuat dan seperti sebuah harapan... Begitu juga sore ini cahaya matahari lembut ditambah angin yang semilir menyapa tubuhku... Jarang sekali aku merasakan matahari seperti miliku dan angin seperti mendukung harapku... Rasa-rasanya aku seperti baru saja menghadapi Renaissance dalam hidupku... Cahaya matahari itu membuatku kembali lagi mem...

Bahagia Semu

Bahagia semu dibalik gawai... Hanya sebaris kata-kata manis nan merayu... Hanya kumpulan tawa-tawa khayal... Padahal hati betul-betul mendambakan cinta walau akhirnya tak pernah sampai... Datangnya hanya pura-pura tapi cintaku begitu besar nyatanya... Jangan jadikan penantian yang tlah lama tertahan ini betul-betuk tiada laksana... Katakan sejujurnya sejak awal jika memang tiada itikad baik tuk berjumpa kembali...

Pohon Nangka Bercerita

Tempat yang sama akan terasa berbeda tergantung dengan siapa kita datang ke tempat itu... Tiadalah pernah bosan aku datang ketempat itu... Ya tempat yang dulu pernah kita kunjungi bersama... Tiadakah kau ingat? Ketika kita bertukar cerita diiringin gelak tawa? Bangku beton dibawah pohon nangka itu... Hari itu kau bilang padaku, pasti kita akan kesini lagi... Nyatanya hari itu aku rasa terakhir kita dapat bersua bercengkrama dengan gelak tawa... Satu hari yang singkat namun masih aku kenang hingga saat ini... Rasanya pepatah Jawa ini sangat tepat buatku... "Iso Nembang, ra iso nyuling, iso nyawang, ra iso nyanding" Intinya kita hanya bisa menjadi pengagum satu sama lain dan kita gak akan bisa untuk bersama

Gundul itu Cinta

Kata orang mencintai itu buta... Butanya logika akal sehat... Menurutku cinta itu tidak buta... Justru cinta itu melihat, melihat perasaan yang tidak seharuanya tumbuh tapi justru tumbuh menghalangi... Cinta itu ibarat jalan pulang, dan kita adalah orang yang tersesat... Perasaan ragu seperti hutan yang lebat yang menghalangi jalan untuk pulang... Perasaan  ragu yang tumbuh menghalangi cinta itu yang harus kita babat habis hingga orang kata kita buta untuk dapat membabat perasaan ragu yang timbul... Kita yakin dengan menggunduli perasaan ragu maka kita akan menemui cinta yang sebenarnya...

Ulang Tahun Kepala Dua

Bismillah Ya Allah saya senang dan bersyukur Engkau telah memberikan saya kesempatan untuk mereguk umur yang bertambah satu tahun ini... Ya Allah terima kasih telah memberikan saya nikmat-Mu yang tiada terhitung jumlahnya, umur panjang, kesehatan, kebahagiaan, kelapangan rezeki, kemudahan segala urusan, kepintaran, kecerdasan, dilingkupi orang-orang baik nan luar biasa, serta masih banyak nikmat-nikmat lainnya yang tiada dapat saya hitung... Ya Allah terima kasih banyak telah menempatkan saya untuk dapat bertumbuh sempurna dalam memaknai hidup dari luka-luka kehidupan... Ya Allah, semakin banyak waktu yang saya lalui, semakin banyak pula pengalaman hidup yang saya dapatkan. Jadikanlah itu sebagai penambah ketaatan hamba kepada Engkau, Ya Allah. Hanya Engkaulah Ya Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang... Ya Allah, mungkin telah banyak dosa saya perbuat dalam usia saya yang panjang ini. Maka dari itu, bimbinglah saya agar dapat ingat kepada Engkau, selalu memuji dan me...

Malam Jangan Di Tunggu

Ketika hati merasa takut, kalanya pagi jadi hal yang dinanti... Tapi kadang ditunggu!! ditunggu!! ditunggu!! tiadalah juga mentari menampakkan diri... Malam serasa panjang, sepanjang itu dia mengikat aku dalam hembusan dingin... Bintang begitu betah berlama diri pada tempatnya... Ingin rasanya tidur segera agar takut ini segera pula mereda... Ketika mereda bangun pagi dengan harapan tiada terjadi apa yang ditakutkan... Namun dinginnya malam ini tetap harus aku reguk dan nikmati pula pada akhirnya...