Andika Ramadhan
Pagi tadi langit merintikan gerimis kecil jatuh di aspal yang menghitam...
Aaahhh rupanya aku masih setengah mengantuk...
Apa gerangan cerita pagi ini sehingga terburu-buru juga aku bangun...
Pakai jas hujan rapat-rapat kemudian menunggangi motor kemudian pergi...
Rupanya belum sempat ku sampai tujuan, matahari telah benderang dari ufuk...
Ah memangnya kalau bersamaku hujan akan berhenti?, atau aku tidak akan basah?...
Matahari yang keluar dari sela-sela awan hitam seperti energi yang keluar dari pusatnya, berpendar dan benderang...
Aku berharap diriku akan seperti cahaya matahari yang menembus sela-sela awan hitam itu nampak kuat dan seperti sebuah harapan...
Begitu juga sore ini cahaya matahari lembut ditambah angin yang semilir menyapa tubuhku...
Jarang sekali aku merasakan matahari seperti miliku dan angin seperti mendukung harapku...
Rasa-rasanya aku seperti baru saja menghadapi Renaissance dalam hidupku...
Cahaya matahari itu membuatku kembali lagi mempunyai harapan dan semangat yang menyala dalam dada...
Semilir angin itu membawa segala beban serta luka-luka dalam kepala dan dadaku...
Komentar
Posting Komentar