Langsung ke konten utama

Postingan

Pencarianku

Duhai langit mengapa kau merintikkan hujan seperti mata ini merintikkan tangis? Aku selalu mencari dirinya yang dulu, ketika lelah aku rehat sejenak begitu rindu ini datang pencarian itu dimulai lagi terus begitu sampai ketika aku tidak lagi bangun untuk mencarinya. Ya, aku tidak mencari dia lagi sejak kehadiran seseorang, seseorang yang menyamarkan dia dalam pencarianku, walaupun tidak ada lagi nyanyian dengan iringan gitar dan biola. Maaf aku tersesat dalam pencarianku sendiri akan dirinya, dia yang memang berlari menghindar terus melesak keatas gunung dibalik batu dan ilalang, lalu aku yang tersesat ditengah lautan. "Tidak akan pernah ada dan tidak akan pernah terjadi lautan mengalir keatas gunung, begitu pula aku tidak akan mampu mengejarnya" Aku telah lupakan semuanya, aku telah kubur semua angan dan kenangan tentang dirinya dan memulai yang baru dengan dirimu. Terima kasih telah menyadarkan aku dari pelayaran tanpa tepi dan terima kasih telah menjadi ba...

Kata Hi

Aku pernah merasakan jatuh cinta tanpa kata cinta punya cerita tentang dia yang hanya singgah tanpa pernah menetap Entah harus darimana aku harus bercerita tentang dia terlalu banyak kenangan manis yang terukir tanpa pernah disengaja, hanya kumpulan dari harapanku tentang dirinya yang semuanya terlihat baik Ketika dia bukan seperti dia yang dulu dia selalu ada saat aku butuh dan dalam diam juga aku rindukan Dulu ketika aku tanyakan kabar ketika aku sapa dia selalu membalasnya dengan cepat dan penuh semangat tapi sekarang sekadar dibalas pun aku sudah bahagia Sekarang tidak lagi ada sapa interaktif hanya aku yang menyapa profil onlinenya tanpa pernah dibalas Aku tau dia bukan yang dulu, yang banyak waktu senggang, yang ada waktu untuk bermain, aku cuma pinta satu balas sapaanku walau hanya sekadar kata "Hi"  Mungkin dia tidak tahu jika aku menunggu tapi bukankah dia mengenal aku tidak sehari dua hari Apakah mungkin dia bosan?, jika ya maka aku akan p...

Sahabat, Cinta dan Perasaan Yang Tak Pernah Terucap

Kamu tahu setelah aku memilih untuk bersahabat denganmu hari hariku tak pernah dilalui tanpa air mata? kenapa? apakah kamu berbuat salah? Tidak!. Hanya harapan harapan yang berusaha aku kubur saat memulai bersahabat bersamamu, tapi tak bisa. Semakin aku lalui hari aku kira rasa kepadamu akan pudar tapi aku salah rasa ini semakin menjadi jadi... Bantu aku untuk mengubur rasa ini agar rasa ini benar benar hanya tinggal rasa seorang sahabat terhadap sahabatnya. Semuanya terasa teriris setelah pertama kali kamu mengatakan "Siapapun yang lu suka bakalan gua bantuin, kan kita sahabat!" kata kata itu menyadarkan aku bahwa menunggu balasan cinta tak semudah kita jatuh cinta kepada orang lain dalam hatiku berteriak dalam tangis: "lu bisa anggap gua sahabat karena lu gak punya rasa ke gua!, tapi gua???, gua punya rasa ke lu! gua harus tahan semua rasa itu selama bersahabat sama lu dan itu benar benar menyiksa gua" Tapi sayang kata kata itu gak bisa aku utarakan sebab ak...