Kamu tahu setelah aku memilih untuk bersahabat denganmu hari hariku tak pernah dilalui tanpa air mata? kenapa? apakah kamu berbuat salah? Tidak!. Hanya harapan harapan yang berusaha aku kubur saat memulai bersahabat bersamamu, tapi tak bisa. Semakin aku lalui hari aku kira rasa kepadamu akan pudar tapi aku salah rasa ini semakin menjadi jadi... Bantu aku untuk mengubur rasa ini agar rasa ini benar benar hanya tinggal rasa seorang sahabat terhadap sahabatnya. Semuanya terasa teriris setelah pertama kali kamu mengatakan "Siapapun yang lu suka bakalan gua bantuin, kan kita sahabat!" kata kata itu menyadarkan aku bahwa menunggu balasan cinta tak semudah kita jatuh cinta kepada orang lain dalam hatiku berteriak dalam tangis:
"lu bisa anggap gua sahabat karena lu gak punya rasa ke gua!, tapi gua???, gua punya rasa ke lu! gua harus tahan semua rasa itu selama bersahabat sama lu dan itu benar benar menyiksa gua"
Tapi sayang kata kata itu gak bisa aku utarakan sebab aku takut kamu menjauh dariku, aku benar benar belajar menjadi seorang mata mata yang hebat selalu didekatmu tapi kamu tak pernah tau...
Ketika aku mulai membahas tentang persaanku padamu selalu aku awali dengan kata misalnya/seandainya/jika agar jika engkau mulai muak dengan curahan perasaanku aku bisa beralasan itu hanyalah perumpamaan, sebodoh itukah aku mencintai sahabatku sendiri?
Jika kamu membaca ini aku harap kamu mengerti, aku tak bermaksud agar kamu juga mencintai aku, aku hanya memberitahukan kepada orang lain agar tidak memilih jalan sepertiku mencintai sahabat sendiri...
Bagus tulisan mu dx
BalasHapusmakasih kaa
BalasHapus