Ada pantun karmina berbunyi seperti ini
Dahulu parang sekarang besi
Dahulu sayang sekarang benci
Mungkin pantun itulah yang menjadi gambaran bagaimana sebuah hubungan berakhir pada saat ini, sangat miris memang yang berawal baik harus berakhir tidak baik karena ego pada diri masing masing. Hubungan pacaran, hubungan persahabatan, hubungan saudara, hubungan tetangga, hubunga suami-istri, hubungan anak-orangtua, hubungan kakak-adik, dan masih banyak lagi hubungan lain yang berpotensi berakhir seperti pantun diatas atau bahkan memang semua hubungan??, Entahlah.
Mungkin Seandainya itu terjadi dan tidak bisa dihindari setidaknya bisakah kita memblokade otak kita sendiri untuk intropeksi diri dan untuk memikirkan apa yang seharusnya kita lakukan kemudian??
> Bisakah kita sedikit merendahkan suara untuk berbicara bersama?
> Bisakah kita sedikit sabar untuk menunggu?
> Bisakah kita untuk menyadari bahwa kebersamaan itu milik kita?
> Bisakah kita sejenak mimikirkan bagaimana semua ini bermula dan dengan apa seharusnya ini berakhir?
> Bisakah tangan kita tidak untuk memukul orang lain?
> Bisakah kita menyadari bahwa semua orang punya kesalahan dan dengan kesadaran itu juga kita harus memaafkan?
> Bisakah kita membiarkan lidah kita menjelekkan diri kita sendiri?, Tidak ada manusia yang sempurna, kita hanya berbeda memilih kejelekkan dalam hidup, tidak usahlah kita membicarakan kejelekkan orang lain sedangkan kita pun punya yang lebih jelek.
> Bisakah kita tidak meninggikan diri dan merendahkan yang lain?
> Bisakah kita mengingat sejenak saja kebaikan apa dan kenangan apa yang sudah kita lalui bersama?
Perlu kita sadari apa yang kita lakukan saat ini akan kita tuai dikemudian hari, baik-buruk, besar-kecil, semuanya akan kita dapatkan dihari depan. Masihkah kita nyaman dengan dengan diri kita yang sekarang?, Perhatikan diri kita yang sekarang, bisa jadi semua keadaan kita yang sekarang ada hubungannya dengan apa yang kita lakukan dimasa lalu.
Tidak ada pertengkaran, perbedaan pendapat dan ketidaksetujuan yang harus berakhir dengan berpisah, saling membenci, saling mencemooh, dan saling menyakiti. Semuanya tidak ada jika kita tidak mau memulai, tidak mau meminta maaf, tidak mau intropeksi diri, tidak mau mendengarkan, dan tidak mau memposisikan diri terhadap orang lain.
Tidak ada penyesalan yang terjadi diawal, tidak bisa waktu yang berlalu kembali terulang. Ada pepatah "Bis repetita non placent" yang artinya pengulangan tidak diterima dengan baik, pikirkan semuanya sebelum terjadi dan sebelum terlambat.
Dahulu parang sekarang besi
Dahulu sayang sekarang benci
Mungkin pantun itulah yang menjadi gambaran bagaimana sebuah hubungan berakhir pada saat ini, sangat miris memang yang berawal baik harus berakhir tidak baik karena ego pada diri masing masing. Hubungan pacaran, hubungan persahabatan, hubungan saudara, hubungan tetangga, hubunga suami-istri, hubungan anak-orangtua, hubungan kakak-adik, dan masih banyak lagi hubungan lain yang berpotensi berakhir seperti pantun diatas atau bahkan memang semua hubungan??, Entahlah.
Mungkin Seandainya itu terjadi dan tidak bisa dihindari setidaknya bisakah kita memblokade otak kita sendiri untuk intropeksi diri dan untuk memikirkan apa yang seharusnya kita lakukan kemudian??
> Bisakah kita sedikit merendahkan suara untuk berbicara bersama?
> Bisakah kita sedikit sabar untuk menunggu?
> Bisakah kita untuk menyadari bahwa kebersamaan itu milik kita?
> Bisakah kita sejenak mimikirkan bagaimana semua ini bermula dan dengan apa seharusnya ini berakhir?
> Bisakah tangan kita tidak untuk memukul orang lain?
> Bisakah kita menyadari bahwa semua orang punya kesalahan dan dengan kesadaran itu juga kita harus memaafkan?
> Bisakah kita membiarkan lidah kita menjelekkan diri kita sendiri?, Tidak ada manusia yang sempurna, kita hanya berbeda memilih kejelekkan dalam hidup, tidak usahlah kita membicarakan kejelekkan orang lain sedangkan kita pun punya yang lebih jelek.
> Bisakah kita tidak meninggikan diri dan merendahkan yang lain?
> Bisakah kita mengingat sejenak saja kebaikan apa dan kenangan apa yang sudah kita lalui bersama?
Perlu kita sadari apa yang kita lakukan saat ini akan kita tuai dikemudian hari, baik-buruk, besar-kecil, semuanya akan kita dapatkan dihari depan. Masihkah kita nyaman dengan dengan diri kita yang sekarang?, Perhatikan diri kita yang sekarang, bisa jadi semua keadaan kita yang sekarang ada hubungannya dengan apa yang kita lakukan dimasa lalu.
Tidak ada pertengkaran, perbedaan pendapat dan ketidaksetujuan yang harus berakhir dengan berpisah, saling membenci, saling mencemooh, dan saling menyakiti. Semuanya tidak ada jika kita tidak mau memulai, tidak mau meminta maaf, tidak mau intropeksi diri, tidak mau mendengarkan, dan tidak mau memposisikan diri terhadap orang lain.
Tidak ada penyesalan yang terjadi diawal, tidak bisa waktu yang berlalu kembali terulang. Ada pepatah "Bis repetita non placent" yang artinya pengulangan tidak diterima dengan baik, pikirkan semuanya sebelum terjadi dan sebelum terlambat.
Komentar
Posting Komentar