Desiran angin lalu lalang diantara dedauan pagi...
Membisikan suara manis, persis seperti suaramu...
Menyapu rambut dan janggutku, seperti halusnya tanganmu...
Dulu, kala hati kita sama-sama tersibak dalam suka menyukai, dirimu selalu ku nanti...
Begitu ayu nan merekah senyumu, sampai-sampai hati tak tahu nak berucap apa...
Kadang hati merasa tersudut diantara tebing-tebing, ah jangan-jangan seperti dulu-dulu kataku...
Seperti yang dulu yang manis tiada mungkin jadi miliku...
Salahku membiarkan kata-kata itu tumbuh dalam sanubariku, mengikat hasratku, membelenggu kakiku, menjerat leherku, mengikat tanganku, duhai sayang tiada dapat juga kau ku kejar...
Cinta hanya sekadar tersibak, seperti luka yang menganga, tiada kasa hanya lalat-lalat yang membuatnya membusuk dan akhirnya mati...
Duhai air mata, tiadakah kau dapat tumbuhkan lagi benih itu sekali lagi?...
Tapi gemuruh menggema sambil berteriak tiada mungkin lagi yang berlalu akan terjadi lagi, biarkan kata-katamu tekubur selamanya...
Komentar
Posting Komentar