Langsung ke konten utama

Tak Sampai Kata Nak Berucap

Desiran angin lalu lalang diantara dedauan pagi...
Membisikan suara manis, persis seperti suaramu...
Menyapu rambut dan janggutku, seperti halusnya tanganmu...
Dulu, kala hati kita sama-sama tersibak dalam suka menyukai, dirimu selalu ku nanti...
Begitu ayu nan merekah senyumu, sampai-sampai hati tak tahu nak berucap apa...
Kadang hati merasa tersudut diantara tebing-tebing, ah jangan-jangan seperti dulu-dulu kataku...
Seperti yang dulu yang manis tiada mungkin jadi miliku...
Salahku membiarkan kata-kata itu tumbuh dalam sanubariku, mengikat hasratku, membelenggu kakiku, menjerat leherku, mengikat tanganku, duhai sayang tiada dapat juga kau ku kejar...
Cinta hanya sekadar tersibak, seperti luka yang menganga, tiada kasa hanya lalat-lalat yang membuatnya membusuk dan akhirnya mati...
Duhai air mata, tiadakah kau dapat tumbuhkan lagi benih itu sekali lagi?...
Tapi gemuruh menggema sambil berteriak tiada mungkin lagi yang berlalu akan terjadi lagi, biarkan kata-katamu tekubur selamanya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Andika Ramadhan

https://www.instagram.com/andikarmdnn Follow My Instagram Account https://www.instagram.com/andikarmdnb Follow juga Blog Wordpress aku https://www.andikaramadhan0512.wordpress.com https://www.instagram.com/andikarmdnb Graduation The Judes My Suportter https://www.instagram.com/andikarmdnn Taman Begonia, Bandung https://www.instagram.com/andikarmdnn

Sibuk Dengan Doa Pada Saat Saat Sulit

Saya senang dan bersyukur mendapatkan nilai yang sesuai dengan target saya meski ada nilai yang kurang enak dipandang, lantas kenapa senang? karena saya mengerjakannya dengan jujur, apa buktinya dengan jujur? karena sebelum masuk kedalam ruang ujian semua siswa di body cek didepan pengawas terlebih lagi saya nomor ujian terkecil seruangan otomatis saya duduk paling depan didepan meja pengawas, pengawasnya murah senyum jadi membuat diri saya tidak ketakutan dan tegang, lantas kenapa saya sangat bersyukur? karena dalam setiap hasil pekerjaan manusia ada campur tangan Tuhan tentunya, ketika saya menemui soal sulit saya habiskan banyak waktu saya untuk berdoa dengan keyakinan bahwa Tuhan akan membantu saya dalam mengerjakan soal sulit itu,  " Ya Tuhan, jika aku keliru tolong beri tahu, mudahkanlah yang sulit, perlihatkanlah yang benar, sesungguhnya tidak ada yang tidak mungkin Engkau lakukan, legakanlah dadaku yang sempit, terangkanlah pikiranku, perbaikilah kesalahanku, Aamii...

Aku Tidak Bahagia

"Aku ingin seperti orang diluar sana, bahagia...", Ujarnya sambil sedikit bete Bahagia itu harus dicari, cari dalam dirimu sendiri, bahagia itu sederhana... Kamu masih bisa bernafas dengan lega setiap saat, coba kamu perhatikan dirumah sakit berapa banyak orang yang nafasnya tersengal sengal... Kamu masih bisa melihat dengan jelas walau menggunakan kacamata, coba kamu perhatikan berapa banyak orang yang harus operasi mata agar matanya bisa melihat lagi... Kamu masih bisa berjalan untuk melakukan kegiatanmu, coba kamu perhatikan berapa banyak orang yang mesti menggunakan kursi roda untuk beraktifitas... Awalnya pun pikiranku sama sepertimu, mengangap dunia ini tidak adil dan aku tidak pernah bahagia... Tapi setelah aku melihat orang lain yang tidak seberuntung diriku aku harus lebih lebih bersyukur tentunya... Bahagia itu sederhana, bahagia itu ada didirimu sendiri, bahagia itu kita yang buat... Ubah pola pikirmu yang selalu memikirkan tentang kesesakan hidup ...