Langsung ke konten utama

Bagaimana Burung Bersanding dengan Ikan?

Edit by Andika Ramadhan with Canva

Awal kali aku menelaah kalimat "itu-itu saja" sempat mangkrak juga pikiran ini...
Bingung, entah apa yang dikatakan dengan "itu-itu saja" dan bagaimana bisa hanya "itu-itu saja"??...
Sekarang takdir menyadarkan aku juga rupanya...
Segala yang di genggam pasti pula akan di lepas...
Dan yang melepas nyatanya tidak melepasnya begitu saja...
Yang melepas ingin orang yang dia sukai juga yang menggantikannya...
Memberikan seribu jalan dan cara agar yang dia sukai terpampang serta terbang-terbang mengepakkan sayap indahnya...
Berharap ketika dia lepas sudah dikenal juga iya...
Duhai burung nan indah sayap indahmu memelikkan mata kami, mengaburkan pandangan akan kemurnian...
Satu sisi lagi ikan itu hanya dapat berenang, meski di dalam air tahu juga aku ada ikan di dalamnya...
Ikan itu menari-nari dalam air, tapi sayang airnya di keruhkan, seindah apapun ikan itu tiada terlihat juga lekuk tariannya...
Akhirnya sadar juga aku ketika burung dan ikan itu di sandingkan, mana akan sebanding?...
Jelas burung akan selalu mengkehendaki burung untuk menggantikannya, tiada mungkin ikan...
Berharap jalan-jalan itu akan sama tempat dan tingginya diatas tanah, tiada yang berenang, tiada yang terbang, semuanya harus berjalan...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Andika Ramadhan

https://www.instagram.com/andikarmdnn Follow My Instagram Account https://www.instagram.com/andikarmdnb Follow juga Blog Wordpress aku https://www.andikaramadhan0512.wordpress.com https://www.instagram.com/andikarmdnb Graduation The Judes My Suportter https://www.instagram.com/andikarmdnn Taman Begonia, Bandung https://www.instagram.com/andikarmdnn

Sibuk Dengan Doa Pada Saat Saat Sulit

Saya senang dan bersyukur mendapatkan nilai yang sesuai dengan target saya meski ada nilai yang kurang enak dipandang, lantas kenapa senang? karena saya mengerjakannya dengan jujur, apa buktinya dengan jujur? karena sebelum masuk kedalam ruang ujian semua siswa di body cek didepan pengawas terlebih lagi saya nomor ujian terkecil seruangan otomatis saya duduk paling depan didepan meja pengawas, pengawasnya murah senyum jadi membuat diri saya tidak ketakutan dan tegang, lantas kenapa saya sangat bersyukur? karena dalam setiap hasil pekerjaan manusia ada campur tangan Tuhan tentunya, ketika saya menemui soal sulit saya habiskan banyak waktu saya untuk berdoa dengan keyakinan bahwa Tuhan akan membantu saya dalam mengerjakan soal sulit itu,  " Ya Tuhan, jika aku keliru tolong beri tahu, mudahkanlah yang sulit, perlihatkanlah yang benar, sesungguhnya tidak ada yang tidak mungkin Engkau lakukan, legakanlah dadaku yang sempit, terangkanlah pikiranku, perbaikilah kesalahanku, Aamii...

Aku Tidak Bahagia

"Aku ingin seperti orang diluar sana, bahagia...", Ujarnya sambil sedikit bete Bahagia itu harus dicari, cari dalam dirimu sendiri, bahagia itu sederhana... Kamu masih bisa bernafas dengan lega setiap saat, coba kamu perhatikan dirumah sakit berapa banyak orang yang nafasnya tersengal sengal... Kamu masih bisa melihat dengan jelas walau menggunakan kacamata, coba kamu perhatikan berapa banyak orang yang harus operasi mata agar matanya bisa melihat lagi... Kamu masih bisa berjalan untuk melakukan kegiatanmu, coba kamu perhatikan berapa banyak orang yang mesti menggunakan kursi roda untuk beraktifitas... Awalnya pun pikiranku sama sepertimu, mengangap dunia ini tidak adil dan aku tidak pernah bahagia... Tapi setelah aku melihat orang lain yang tidak seberuntung diriku aku harus lebih lebih bersyukur tentunya... Bahagia itu sederhana, bahagia itu ada didirimu sendiri, bahagia itu kita yang buat... Ubah pola pikirmu yang selalu memikirkan tentang kesesakan hidup ...